HIMBAUAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA KAB. MANDAILING NATAL

MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN 1434 H.

 

 

1. Firman Allah Swt yang artinya :

 

Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.

 (Q.S. 2/ al-Baqarah : 183).

2. Hadis Rasul Saw yang artinya :

 

Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan

 dan keikhlasan, diampuni dosanya yang telah lalu.  (HR. Bukhari).

 

Bulan Ramadhan adalah bulan yang amat mulia, semua amal ibadah dilipat gandakan Allah SWT nilai pahalanya, ibadah sunat sama pahalanya seperti ibadah wajib, dan ibadah wajib ditingkatkan menjadi 70 kali lebih baik dibanding bulan lainnya. Di dalamnya terdapat malam (malam Lailatul Qadar) yang lebih baik dari 1000 bulan lainnya. Oleh karena itu perbanyaklah ibadah di dalamnya, karena merupakan peluang emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah. Sehubungan dengan itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Mandailing Natal menghimbau/menyerukan kepada umat Islam di Mandailing Natal, agar menyambut dan mensyiarkan bulan suci Ramadhan dengan berbagai kegiatan amaliayah di antaranya :

1.        Agar memulai pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dan Hari Raya di bulan Syawal,  berdasarkan ketetapan/keputusan Pemerintah tentang Awal Ramadhan & Awal Syawal 1434 H.

2.        Agar umat Islam mempersiapkan diri (fisik dan mental) dalam memasuki bulan suci Ramadhan, dengan berusaha membersihkan diri lahir dan bathin dari dosa dan kesalahan.

3.        Agar Bulan Ramadhan ini dijadikan sebagai wahana pembinaan pribadi Muslim yang taqwa dan berakhlaqul karimah yang terwujud dalam prilaku umat yang Rahmatan lil âlamîn (umat penebar kasih sayang di alam semesta).

4.      Agar umat Islam memperbanyak dan meningkatkan berbagai ibadah selama bulan suci Ramadhan, baik ibadah Badaniyah maupun ibadah Maliyah disiang hari maupun malam hari dengan mengadakan kegiatan keagamaan dalam bentuk massal/jamaah atau pribadi di rumah, mesjid, mushalla, langgar, sekolah, kantor, maupun di tempat lainnya, di antaranya :

1. Puasa Ramadhan

2.  Sholat Berjamaah

3. Sholat Tarawih

4.  Tadarus Al Qur’an

5. Ceramah Ramadhan

6. Pesantren Kilat, dengan Mengutamakan Materi Peningkatan Iman dan Pembinaan Akhlak

7. Memperingati Nuzul Al Qur’an

8. Membayar Zakat Fitrah Dan Zakat Mal

9. Memperbanyak Zikir, Tasbih, Tahmid, Takbir dan do’a

10. Membantu Fakir Miskin dan Kaum Dhu’afa

11. Serta Amal Shaleh Lainnya

5.      Agar mengupayakan dan menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum peningkatan etos kerja dan meningkatkan disiplin, dalam rangka memerangi segala bentuk kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan sebagainya.

6.        Agar masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat persatuan dan kesatuan bangsa baik ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah basyariah.

7.        Agar Umat Islam memperbanyak kegiatan infaq, shadaqah, zakat harta dan zakat fitrah dan menyalurkannya secara terarah, seperti kepada fakir miskin, menyantuni anak yatim dan dhu’afa lainnya. Khusus penyaluran zakat harta dan zakat fitrah hendaknya disalurkan melalui amil sesuai UU No. 38 tahun 1999, yaitu kepada Badan Amil Zakat (BAZ) ataupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang resmi.

 8.        Agar para pemimpin instansi Pemerintah, (Bupati/Walikota), swasta dan perusahaan memberikan bantuan, perhatian dan keringanan bagi karyawan Muslim untuk dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya demi membentuk manusia Indonesia yang bertaqwa kepada Allah Swt, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat memancing kerawanan-kerawanan sosial dan sebagainy

9.        Agar para pemilik kafe atau rumah makan untuk tidak memajang makanan secara terbuka di siang hari selama bulan Ramadhan.

10.     Tempat hiburan/tempat maksiat dan sejenisnya agar ditutup, terutama selama bulan puasa, dan tidak memasang gambar-gambar/iklan porno, ataupun melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan gairah nafsu syahwat (pornografi dan pornoaksi).

11.      Agar  radio-radio swasta yang ada di Madina dan sekitarnya menyesuaikan waktu berbuka puasa Ramadhan dengan jadwal imsyakiyah yang dikeluarkan oleh Badan Hisab Rukyah (BHR) Kab. Mandailing Natal, dengan menyiarkan langsung pembunyian sirene menurut jadwal imsyakiyah tersebut. Demikian juga Mesjid-mesjid, sehingga tercipta berbuka puasa Ramadhan secara bersama.

12.      Bagi umat non  Muslim  kiranya  dapat  mewujudkan sikap toleransi dengan menghormati dan menghargai umat Muslim yang sedang berpuasa, misalnya tidak merokok  di dalam bis/kenderaan umum atau di tempat umum, tidak makan minum di tempat terbuka, dan sebagainya.

Demikian seruan ini disampaikan dengan harapan kiranya mendapat perhatian semua pihak.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1434 H.

 Panyabungan, 20 Sya’ban 1434 H / 29 Juni 2013 M

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kab. Mandailing Natal

Ketua Umum,                                    Sekretaris Umum

 

 Drs. H. Syamsir                                Ahmad Asrin, S.Ag, MA

 

 

Turut Menghimbau :

Wakil Bupati Madina               KAPOLRES                                 Kakan Kementerian Agama                                            Madina                                         Kab. Madina,

 

Drs. H. Dahlan Hasan Nst    Mardiaz K.D, S.iK, M.Hum     Drs. H. Muksin Batubara

                                                         AKBP NRP 71120264                  NIP. 19680102 199303 1 003