Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kab. Mandailing Natal melaksanakan kegiatan silaturrahim ulama se Kab. Mandailing Natal pada hari rabu, 26 September 2012 bertempat di Masjid Agung Nur ‘Ala Nur Panyabungan. Acara tersebut dihadiri sebanyak 200 orang ulama se Mandailing Natal terdiri dari penasehat MUI kabupaten, pengurus MUI kecamatan, Ka KUA, kepala Madrasah, pimpinan ormas Islam, pimpinan pondok pesantren se Kab. Mandailing Natal.

Acara tersebut dihadiri Bupati Mandailing Natal HM. Hidayat Batubara, SE, Kapolres Mandailing Natal AKBP Achmad Fauzi Dalimunte, S.Ik, Kajari Panyabungan Satimin, SH, Kakan Kementerian Agama Drs. H. Muksin Batubara, M.Md, pimpinan SKPD, dll.

Acara silaturrahim tersebut dirangkai dengan Seminar Sehari yang bertemakan : “Dengan Pelaksanaan Silaturrahim dan seminar kita wujudkan ummat Islam Mandailing Natal yang memiliki akidah Islamiyah yang murni. Narasumber adalah Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, MA Guru Besar IAIN Sumatera Utara Medan.

Ketua Panitia Drs. Mhd. Yasid yang juga Ketua Komisi Dakwah didampingi sekretaris panitia H. Syariful Mahya, Lc dalam laporannya mengatakan bahwa Kegiatan Silaturrahim Ulama se Mandailing Natal dan Seminar sehari bertemakan pemurnian aqidah ini bertujuan untuk menjalin silaturrahim sesama ulama baik yang tergabung dalam wadah organisasi MUI maupun di luar MUI, silaturrahim ulama dengan pemerintah, dan untuk menyamakan persepsi tentang upaya mewujudkan ummat Islam Mandailing Natal yang terbebas dari segala bentuk penyimpangan akidah, karena masalah aqidah adalah hal yang paling prinsipil dalam struktur ajaran Islam. Khusus pelaksanaan seminar ini sesungguhnya dilatar belakangi adanya indikasi sebuah kelompok pengajian di Mandailing Natal yang memiliki jamaah pengajian (pengikut) yang cukup banyak, yang akhir-akhir ini terindikasi menyimpang, karena mengajarkan hal yang bertentangan dengan aqidah Islamiyah, karenanya dilakukan seminar ini untuk memberi pencerahan khususnya di kalangan para ulama dengan mengundang pakar di bidangnya.

Turut hadir Ketua Umum Drs. H. Syamsir dan Sekretaris Umum Ahmad Asrin, S.Ag, MA. Ketua Umum dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan aqidah harus menjadi consern para ulama saat ini, sebab hal itu merupakan persoalan mendasar dan mejadi pokok agama Islam. MUI dengan semua jajarannya diminta tanggap dan tegas bila menemukan indikasi penyimpangan akidah. Menanggapi salah satu pengajian yang teridikasi menyimpang Komisi Fatwa MUI Mandailing Natal telah melakukan investigasi, koordinasi dengan pihak terkait dan telah mengeluarkan fatwa MUI Mandailing Natal nomor 1 tahun 2012 tentang ajaran yang disampaikan H. Mahmudin Rangkuti (pengasuh pengajiaan Surya al Muttaqin) mengenai adanya nama Tuhan sebelum Allah, adanya keyakinan bahwa gambar seseorang dapat memberikan manfaat atau mudharat, adanya lukisan Nabi Muhammad dan adanya amalan yang disebut qulhuallah sungsang, yang oleh Komsisi Fatwa telah dinyatakan menyimpang dari akidah Islam, dan mohon agar fatwa ini disebarluaskan agar tidak semakin banyak ummat ini yang disesatkan, tegas H. Syamsir.

Bupati HM. Hidayat Batubara pada sambutannya mengharapkan MUI agar dapat mempersatukan para ulama dan tokoh masyarakat serta elemen lainnya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan keummatan dan pemerintah daerah siap mendukung segala upaya yang dilakukan MUI untuk kemaslahatan ummat di daerah ini, dan Pemkab Madina sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini apalagi dengan menghadirkan narasumber yang sudah diakui kapabilitasnya di bidangnya.

Kakan Kemenag Kab. Mandailing Natal Drs. H. Muksin Batubara, M.Pd juga menyambut gembira dan sangat mendukung pelaksanaan kegiatan silaturrahim ulama dan seminar sehari yang bertemakan permasalahan aqidah ini. MUI sebagai mitra Kementerian Agama sangat penting keberadaannya dan kontribusinya amat besar bagi upaya mewujudkan masyarakat yang memiliki pemahaman dan pengamalan yang benar. Bila ummat beragama memiliki pemahaman yang benar, maka insya Allah mereka akan memiliki pengamalan yang benar, sehingga tidak akan adalagi penyimpangan-penyimpangan, dst dan itu adalah tugas ulama untuk melakukan pencerahan. Kementerian Agama akan senantiasa siap diajak bergandengan tangan melakukan yang terbaik untuk mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis dan kondusif, papar Muksin Batubara.

Kegiatan silaturrahim ulama cukup meriah dan mudah-mudahan menjadi pemicu semangat para ulama dan tokoh masyarakat sekaligus mempererat silaturrahim sesuai dengan tema kegiatan, dalam rangka peningkatan fungsi dan peran ulama dalam pembangunan di Mandailing Natal khususnya dalam bidang pemberdayaan ummat di masa mendatang.

 

(Panyabungan, MUI Madina)

Sekretaris Umum,

Ahmad Asrin, S.Ag, MA