KEPUTUSAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA
NOMOR
:  01 TAHUN 2012


TENTANG
AJARAN YANG DISAMPAIKAN H. MAHMUDIN RANGKUTI MENGENAI

ADANYA NAMA TUHAN SEBELUM ALLAH, ADANYA KEYAKINAN

BAHWA GAMBAR SESEORANG DAPAT MEMBERIKAN

MANFAAT ATAU MUDHARAT, ADANYA

LUKISAN NABI MUHAMMAD DAN

ADANYA AMALAN YANG

DISEBUT QULHUALLAH

SUNGSANG

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kabupaten Mandailing Natal, dalam Rapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal pada  28 Rajab 1433 H/18 Juni 2012 M, setelah

 

Menimbang : a.    bahwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal telah menerima laporan dan pengaduan dari berbagai pihak tentang adanya indikasi penyimpangan ajaran terhadap aqidah dan ajaran Islam yang diajarkan H. Mahmudin Rangkuti, sebagai pengasuh pengajian Surya Al- Muttaqin.

  1. adanya indikasi penyimpangan ajaran Islam dimaksud diantaranya adalah : adanya nama Tuhan sebelum Allah, adanya keyakinan bahwa gambar seseorang dapat memberikan manfaat atau mudharat, adanya lukisan Nabi Muhammad, adanya amalan yang disebut dengan qulhuwallah sunsang.
  2. bahwa berdasarkan hasil rapat Muspida Kabupaten Mandailing Natal bersama Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal dan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal pada tanggal 25 April 2012 mengamanahkan/menugaskan kepada Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal untuk melakukan pembinaan terhadap H. Mahmudin Rangkuti.
  3. bahwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal telah melakukan pengumpulan informasi, penyelidikan dan pendalaman atas kebenaran laporan dan pengaduan tentang penyimpangan ajaran yang disampaikan H. Mahmuddin Rangkuti, antara lain dengan mendengarkan kesaksian sejumlah jamaah pengajian yang mendengarkan langsung dari H. Mahmuddin Rangkuti.
  4. bahwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal telah melakukan tiga kali pemanggilan terhadap Sdr. H. Mahmudin Rangkuti yang bertujuan untuk mengklarifikasi berbagai laporan dan pengaduan diatas dan demi kemaslahatan ummat, namun yang bersangkutan tidak hadir.
  5. bahwa indikasi penyimpangan ajaran Islam yang disampaikan H. Mahmudin Rangkuti telah menimbulkan keresahan ummat Islam Kabupaten Mandailing Natal.

g.  bahwa untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan menjaga kemurnian aqidah dan ajaran Islam, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal memandang perlu mengeluarkan fatwa tentang hal tersebut diatas.

 

Mengingat : I.    1.  Tidak ada nama tuhan sebelum Allah, sebab jika ada nama tuhan sebelum Allah maka nama tuhan berpermulaan, firman Allah Swt.

O$¨YÅ3»©9 uqèd ª!$# ’În1u‘ Iwur à8Ύõ°é& þ’În1tÎ/ #Y‰tnr& ÇÌÑÈ  

Artinya : Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku. (Q.S. Al-Kahfi : 38)

Ayat tersebut diatas dalam bentuk jumlah ismiyah yang berarti lits tsubut wa ad- dawam yang membuktikan bahwa nama tuhan tidak berpermulaan dan tidak berpenghabisan.

2.  Hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam.; a.l.:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً غَيْرَ وَاحِدٍ مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya : Dari Abu Hurairah Ra. dari Nabi Saw. ia bersabda ; Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama (seratus kurang satu), siapa yang menghafalnya ia masuk surga.(HR. Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلَّهِ تَعَالَى تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً غَيْرَ وَاحِدٍ مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ الْغَفَّارُ الْقَهَّارُ الْوَهَّابُ الرَّزَّاقُ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الْخَافِضُ الرَّافِعُ الْمُعِزُّ الْمُذِلُّ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ الْحَكَمُ الْعَدْلُ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ الْحَلِيمُ الْعَظِيمُ الْغَفُورُ الشَّكُورُ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ الْحَفِيظُ الْمُقِيتُ الْحَسِيبُ الْجَلِيلُ الْكَرِيمُ الرَّقِيبُ الْمُجِيبُ الْوَاسِعُ الْحَكِيمُ الْوَدُودُ الْمَجِيدُ الْبَاعِثُ الشَّهِيدُ الْحَقُّ الْوَكِيلُ الْقَوِيُّ الْمَتِينُ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ الْمُحْصِي الْمُبْدِئُ الْمُعِيدُ الْمُحْيِي الْمُمِيتُ الْحَيُّ الْقَيُّومُ الْوَاجِدُ الْمَاجِدُ الْوَاحِدُ الصَّمَدُ الْقَادِرُ الْمُقْتَدِرُ الْمُقَدِّمُ الْمُؤَخِّرُ الْأَوَّلُ الْآخِرُ الظَّاهِرُ الْبَاطِنُ الْوَالِيَ الْمُتَعَالِي الْبَرُّ التَّوَّابُ الْمُنْتَقِمُ الْعَفُوُّ الرَّءُوفُ مَالِكُ الْمُلْكِ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ الْمُقْسِطُ الْجَامِعُ الْغَنِيُّ الْمُغْنِي الْمَانِعُ الضَّارُّ النَّافِعُ النُّورُ الْهَادِي الْبَدِيعُ الْبَاقِي الْوَارِثُ الرَّشِيدُ الصَّبُورُ

Artinya : Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama (seratus kurang satu), siapa yang menghafalnya ia masuk surga yaitu ; ar- Rahman, ar- Rahim, al- Malik, al- Quddus, as- Salam, al- Mu’min, al- Muhaimin, al- Aziz, al- Jabbar, al- Mutakabbir, al- Khaliq, al- Bari’, al- Mushawwir, al- Ghaffar, al- Qahhar, al- Wahhab, ar- Razzaq, al- Fattah, al- Alim, al- Qhabid, al- Basith, al- Khafid, ar- Rafi’, al- Muizz, al- Mudzill, as- Sami’, al- Bashir, al- Hakam, al- Adl, al- Lathitf, al- Khabir, al- Halim, al- Adzim, al- Ghafur, asy- Syakur, al- Aly, al- Kabir, al- Hafidz, al- Muqit, al- Hasib, al- Jalil, al- Karim, al- Raqib, al- Mujib, al- Wasi’, al- Hakiim, al- Wadud, al- Majid, al- Baits, al- Syahid, al- Haqq, al- Wakil, al- Qawiy, al- Matin, al- Waly, al- Hamid, al- Muhshi, al- Mubdi, al- Mu’id, al- Muhyi, al- Mumit, al- Hayy, al- Qayyum, al- Wajid, al- Majid, al- Wahid, al- Shamad, al- Qadir, al- Muqtadir, al- Muqaddam, al- Muakhkhir, al- Awwal, al- Akhir, adz- Dzahir, al- Bathin, al- Waaly, al- Muta’aly, al- Barr, al- Tawwab, al- Muntaqim, al- Afuww, ar- Rauf, Malik, al- Mulk, Zul- Jalal wa al- Ikram, al- Muqsithu, al- Jami’, al- Ghany, al- Mani’. Ad- Dhar, an- Nafi’, an- Nur, al- Hady, al- Badi’,al- Baqi, al- Warits, ar- Rasyid, ash- Shabur (H.R. Tirmidzi)

 

 

 

 

 

3.  Firman Allah Swt. dalam surah Al- Hasyr ayat 22 – 24 :

uqèd ª!$# “Ï%©!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ( ÞOÎ=»tã É=ø‹tóø9$# Íoy‰»yg¤±9$#ur ( uqèd ß`»oH÷q§9$# ÞOŠÏm§9$# ÇËËÈ   uqèd ª!$# ”Ï%©!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd à7Î=yJø9$# â¨r‘‰à)ø9$# ãN»n=¡¡9$# ß`ÏB÷sßJø9$# ÚÆÏJø‹ygßJø9$# Ⓝ͓yèø9$# â‘$¬6yfø9$# çŽÉi9x6tGßJø9$# 4 z`»ysö6ߙ «!$# $£Jt㠚cqà2Ύô³ç„ ÇËÌÈ   uqèd ª!$# ß,Î=»y‚ø9$# ä—Í‘$t7ø9$# â‘Èhq|ÁßJø9$# ( ã&s! âä!$yJó™F{$# 4Óo_ó¡ßsø9$# 4 ßxÎm7|¡ç„ ¼çms9 $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur ( uqèdur Ⓝ͕yèø9$# ÞOŠÅ3ptø:$# ÇËÍÈ  

Artinya : Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al Hasyar : 22)

 

II.   1   Tidak ada yang memberikan manfaat dan mudharat kecuali Allah Swt.

عَنْ عُرْوَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ أَحْمَدُ الْقُرَشِيُّ قَالَ ذُكِرَتْ الطِّيَرَةُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَحْسَنُهَا الْفَأْلُ وَلَا تَرُدُّ مُسْلِمًا فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ لَا يَأْتِي بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَدْفَعُ السَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ

Artinya : Dari ‘Urwah bin Amir bahwa Ahmad Al- Qursyi berkata, disebutkan tentang tathayyur kepada Nabi Saw. maka ia bersabda ; yang terbaik adalah membuangnya dan jangan disangkutkan kepada seorang muslim, maka jika seorang kamu melihat apa yang ia benci hendaklah ia berkata ; Ya Allah tiada yang memberikan kebaikan kecuali Engkau dan tiada yang menolak keburukan kecuali Engkau dan tiada daya dan upaya kecuali dengan- Mu. (H.R. Abu Daud dan Ibnu Abi Syaibah)

 

2.  Lukisan/gambar adalah benda yang tidak memiliki daya dan jika menimbulkan perusakan aqidah atau ajaran Islam, sangat dilarang 

¨bÎ) tûïÏ%©!$# šcrèŒ÷sム©!$# ¼ã&s!qߙu‘ur ãNåks]yès9 ª!$# ’Îû $u‹÷R‘‰9$# ÍotÅzFy$#ur £‰tãr&ur öNçlm; $\/#x‹tã $YY‹Îg•B

     Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

     Ikrimah menyatakan : maksudnya orang- orang yang menyakiti dalam ayat ini adalah orang- orang yang membuat lukisan yang bernyawa.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ لَمَّا اشْتَكَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَتْ بَعْضُ نِسَائِهِ كَنِيسَةً رَأَيْنَهَا بِأَرْضِ الْحَبَشَةِ يُقَالُ لَهَا مَارِيَةُ وَكَانَتْ أُمُّ سَلَمَةَ وَأُمُّ حَبِيبَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَتَتَا أَرْضَ الْحَبَشَةِ فَذَكَرَتَا مِنْ حُسْنِهَا وَتَصَاوِيرَ فِيهَا فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ أُولَئِكِ إِذَا مَاتَ مِنْهُمْ الرَّجُلُ الصَّالِحُ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا ثُمَّ صَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّورَةَ أُولَئِكِ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ

Artinya : Dari Aisyah Ra. ia berkata ketika Rasulullah Saw. mengeluh sebagian istrinya menghiburnya dengan menceritakan gereja Mariyat yang mereka lihat di Habsyah, Ummu Salamah dan Ummu Habibah yang telah pernah melihatnya di Habsyah menceritakan keindahannya dan lukisan- lukisan didalamnya, maka Beliau mengangkat kepalanya lalu bersabda; mereka itu adalah orang- orang yang apabila mati seorang shalih dari mereka, mereka membangun diatas kuburnya masjid kemudian mereka melukis padanya lukisan- lukisan itu, merekalah seburuk- buruk makhluk disisi Allah. (H.R.Bukhari) 

وَأَخْرَجَ الشَّيْخَانِ أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إنَّ الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ.

Artinya : Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi Saw. bersabda ; sesunggunhnya yang menciptakan lukisan- lukisan ini akan diazab pada hari kiamat dan dikatakan kepadanya hidupkan kalianlah apa yang kalian lukis (ciptakan).

 

III. 1.  Larangan menggambar nabi sangat jelas ditemukan pada saat Nabi Muhammad Saw. melaknat orang- orang yang menggambar nabi Ibrahim dan Isma’il As.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا رَأَى الصُّوَرَ فِي الْبَيْتِ لَمْ يَدْخُلْ حَتَّى أَمَرَ بِهَا فَمُحِيَتْ وَرَأَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِمَا السَّلَام بِأَيْدِيهِمَا الْأَزْلَامُ فَقَالَ قَاتَلَهُمْ اللَّهُ وَاللَّهِ إِنْ اسْتَقْسَمَا بِالْأَزْلَامِ قَطُّ

Artinya : Dari Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma ia berkata:“Bahwa tatkala Nabi melihat gambar di (dinding) Ka’bah, beliau tidak masuk ke dalamnya dan beliau memerintahkan agar semua gambar itu dihapus. Beliau melihat gambar Nabi Ibrahim dan Ismail alaihimasssalam tengah memegang anak panah (untuk mengundi nasib), maka beliau bersabda, “Semoga Allah membinasakan mereka, demi Allah keduanya tidak pernah mengundi nasib dengan anak panah sekalipun. “ (H.R. Bukhari, Ahmad, Al- Baihaqy, dan Ibnu Hibban).

 

2.  Nabi mengharamkan melukis makhluk hidup yang bernyawa, maka tidak mungkin Nabi Saw. membolehkan adanya gambar beliau,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ:لا تَدْخُلُ الْمَلائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةُ تِمْثَالٍ، وَالْمُصَوِّرُونَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي النَّارِ، يَقُولُ لَهُمِ الرَّحْمَنُ: قُومُوا إِلَى مَا صَوَّرْتُمْ، فَلا يَزَالُونَ يُعَذَّبُونَ حَتَّى تَنْطِقَ الصُّورَةُ، وَلا تَنْطِقُ. عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَقَالَ إِنِّي رَجُلٌ أُصَوِّرُ هَذِهِ الصُّوَرَ فَأَفْتِنِي فِيهَا فَقَالَ لَهُ ادْنُ مِنِّي فَدَنَا مِنْهُ ثُمَّ قَالَ ادْنُ مِنِّي فَدَنَا حَتَّى وَضَعَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ قَالَ أُنَبِّئُكَ بِمَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُورَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ و قَالَ إِنْ كُنْتَ لَا بُدَّ فَاعِلًا فَاصْنَعْ الشَّجَرَ وَمَا لَا نَفْسَ لَهُ

Artinya : Dari Ibn Abbas ia berkata; saya dengar Rasulullah Saw. bersabda; malaikat tidak masuk ke rumah yang ada padanya gambar patung. Dan orang- orang yang menggambar akan diazab dineraka pada hari kiamat. Ar- Rahman (Allah) akan berfirman kepada mereka ; Berdirilah kalian kepada apa yang kalian gambar, mereka akan terus- menerus disiksa sampai mereka mampu membuat gambar itu bersuara, padahal gambar itu tidak akan bersuara. Dari  Said bin Abi al- Hasan ia berkata bahwa seorang laki- laki mendatangi Ibnu Abbas, kemudian ia berkata ; sesungguhnya saya seorang laki- laki yang menggambar gambar ini, maka berilah saya fatwa

3. Nabi Saw. mencela kelakuan orang-orang ahli kitab yang mengkultuskan orang-orang sholih mereka dengan membuat gambar-gambarnya agar dikagumi lalu dipuja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menyerupai mereka

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya : Dari Ibnu Umar ia berkata Rasulullah Saw. bersabda siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka ia adalah bahagian dari kaum itu. (H.R. Abu Daud dan Ibnu Abi Syaibah)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

Artinya : Dari Ibnu Abbas ia mendengar Umar Radhiallahu ‘anhu ia berkata dalam suatu mimbar ; saya mendengar Nabi Saw. bersabda  ; Janganlah kalian menyanjungku berlebihan sebagaimana orang-orang Nashrani menyanjung Putera Maryam, karena aku hanya hamba-Nya dan Rasul utusan-Nya. (H. R. Bukhari dan  Al- Baihaqy)

 

4.  Pelukisan/penggambaran wajah dan tubuh seorang nabi, sedikit banyak akan melahirkan kebohongan. Mengingat di kemudian hari setelah wafatnya para nabi itu, akan banyak pelukis yang berbeda dalam melukis fisiknya.

     Dan perbuatan berbohong atas apa yang apa yang dibawa oleh seorang nabi merupakan dosa yang amat serius. Ancamannya tidak tanggung-tanggung, yaitu kedudukan di dalam neraka.

عن رِبْعِيَّ بْنَ حِرَاشٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عَلِيًّا يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَكْذِبُوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَلِجْ النَّارَ

Artinya : Dari Rib’y bin Hirasy ia berkata bahwa ia mendengar dari Ali bahwa Rasulullah Saw. bersabda : janganlah kalian berbohong terhadap saya, maka sesungguhnya orang yang berbohong terhadap saya maka hendaklah ia masuk neraka

(H.R. Bukhari)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ لِلزُّبَيْرِ إِنِّي لَا أَسْمَعُكَ تُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا يُحَدِّثُ فُلَانٌ وَفُلَانٌ قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أُفَارِقْهُ وَلَكِنْ سَمِعْتُهُ يَقُولُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Artinya : Dari Abdullah bin Az- Zubeir dari Bapaknya ia berkata ; saya katakan kepada Az- Zubeir sungguh saya belum dengar darimu menyampaikan suatu hadits dari Rasulullah Saw. seperti yang disampaikan oleh beberapa orang lain. Ia berkata saya tidak pernah berpisah dari Beliau dan beliau berkata siapa yang berbohong terhadap saya, maka hendaklah ia mempersiapkan tempatnya di neraka. (H.R. Shahih Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

 

IV.  1.  Jika Qulhuwallah sunsang dimaksudkan sebagai ayat Al- Qur’an maka telah terjadi perubahan atau penambahan lafadz Al- Qur’an dengan sesuatu yang tidak ditemukan dalam qira’at al- Qur’an riwayat yang mu’tamad.

       2.  Jika yang dimaksud bukan Al- Qur’an, maka Islam tidak menghalalkan menamakan sesuatu yang bukan Al- Qur’an dengan nama Al- Qur’an.

       3.  Mengamalkan sesuatu yang tidak memiliki makna adalah haram.

 

 

Dengan bertawakal kepada Allah subhanahu wata’ala sembari memohon ridha dan taufiq-Nya.

 

M E M U T U S K A N

 

MENETAPKAN:  1.  Fatwa tentang ajaran H. Mahmudin Rangkuti yakni adanya nama Tuhan sebelum Allah, adanya keyakinan bahwa gambar seseorang dapat memberikan manfaat atau mudharat, adanya lukisan Nabi Muhammad, adanya amalan yang disebut dengan qulhuwallah sunsang adalah menyimpang dari aqidah dan syariat Islam, sesat dan menyesatkan.

 

2.  Bagi mereka yang telah meyakini dan mengamalkan ajaran yang disampaikan H. Mahmudin Rangkuti seperti disebutkan di atas supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang haq (al-ruju’ ila al-haqq), yang sejalan dengan al-Qur’an dan al- Hadis.

 

3. Merekomendasikan kepada pemerintah untuk melarang penyebaran ajaran yang menyimpang dari aqidah dan syariat Islam, sesat dan menyesatkan di Mandailing Natal.

 

Ditetapkan di Panyabungan
Pada tanggal 28 Rajab 1433 H / 18 Juni 2012 M

 

KOMISI FATWA

MAJELIS ULAMA INDONESIA

KABUPATEN MANDAILING NATAL

 

Ketua,                                                            Sekretaris,

 

 

 

 

H. Mahmudin Pasaribu                               Aman, S.Ag

 

 

DEWAN PIMPINAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA

KABUPATEN MANDAILING NATAL

 

Ketua Umum                                                 Sekretaris Umum,

 

 

 

 

Drs. H. Syamsir                                            Ahmad Asrin, S.Ag. MA