HIMBAUAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA KAB. MANDAILING NATAL

MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN 1434 H.

 

 

1. Firman Allah Swt yang artinya :

 

Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.

 (Q.S. 2/ al-Baqarah : 183).

2. Hadis Rasul Saw yang artinya :

 

Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan

 dan keikhlasan, diampuni dosanya yang telah lalu.  (HR. Bukhari).

 

Bulan Ramadhan adalah bulan yang amat mulia, semua amal ibadah dilipat gandakan Allah SWT nilai pahalanya, ibadah sunat sama pahalanya seperti ibadah wajib, dan ibadah wajib ditingkatkan menjadi 70 kali lebih baik dibanding bulan lainnya. Di dalamnya terdapat malam (malam Lailatul Qadar) yang lebih baik dari 1000 bulan lainnya. Oleh karena itu perbanyaklah ibadah di dalamnya, karena merupakan peluang emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah. Sehubungan dengan itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Mandailing Natal menghimbau/menyerukan kepada umat Islam di Mandailing Natal, agar menyambut dan mensyiarkan bulan suci Ramadhan dengan berbagai kegiatan amaliayah di antaranya :

1.        Agar memulai pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dan Hari Raya di bulan Syawal,  berdasarkan ketetapan/keputusan Pemerintah tentang Awal Ramadhan & Awal Syawal 1434 H.

2.        Agar umat Islam mempersiapkan diri (fisik dan mental) dalam memasuki bulan suci Ramadhan, dengan berusaha membersihkan diri lahir dan bathin dari dosa dan kesalahan.

3.        Agar Bulan Ramadhan ini dijadikan sebagai wahana pembinaan pribadi Muslim yang taqwa dan berakhlaqul karimah yang terwujud dalam prilaku umat yang Rahmatan lil âlamîn (umat penebar kasih sayang di alam semesta).

4.      Agar umat Islam memperbanyak dan meningkatkan berbagai ibadah selama bulan suci Ramadhan, baik ibadah Badaniyah maupun ibadah Maliyah disiang hari maupun malam hari dengan mengadakan kegiatan keagamaan dalam bentuk massal/jamaah atau pribadi di rumah, mesjid, mushalla, langgar, sekolah, kantor, maupun di tempat lainnya, di antaranya :

1. Puasa Ramadhan

2.  Sholat Berjamaah

3. Sholat Tarawih

4.  Tadarus Al Qur’an

5. Ceramah Ramadhan

6. Pesantren Kilat, dengan Mengutamakan Materi Peningkatan Iman dan Pembinaan Akhlak

7. Memperingati Nuzul Al Qur’an

8. Membayar Zakat Fitrah Dan Zakat Mal

9. Memperbanyak Zikir, Tasbih, Tahmid, Takbir dan do’a

10. Membantu Fakir Miskin dan Kaum Dhu’afa

11. Serta Amal Shaleh Lainnya

5.      Agar mengupayakan dan menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum peningkatan etos kerja dan meningkatkan disiplin, dalam rangka memerangi segala bentuk kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan sebagainya.

6.        Agar masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat persatuan dan kesatuan bangsa baik ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah basyariah.

7.        Agar Umat Islam memperbanyak kegiatan infaq, shadaqah, zakat harta dan zakat fitrah dan menyalurkannya secara terarah, seperti kepada fakir miskin, menyantuni anak yatim dan dhu’afa lainnya. Khusus penyaluran zakat harta dan zakat fitrah hendaknya disalurkan melalui amil sesuai UU No. 38 tahun 1999, yaitu kepada Badan Amil Zakat (BAZ) ataupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang resmi.

 8.        Agar para pemimpin instansi Pemerintah, (Bupati/Walikota), swasta dan perusahaan memberikan bantuan, perhatian dan keringanan bagi karyawan Muslim untuk dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya demi membentuk manusia Indonesia yang bertaqwa kepada Allah Swt, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat memancing kerawanan-kerawanan sosial dan sebagainy

9.        Agar para pemilik kafe atau rumah makan untuk tidak memajang makanan secara terbuka di siang hari selama bulan Ramadhan.

10.     Tempat hiburan/tempat maksiat dan sejenisnya agar ditutup, terutama selama bulan puasa, dan tidak memasang gambar-gambar/iklan porno, ataupun melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan gairah nafsu syahwat (pornografi dan pornoaksi).

11.      Agar  radio-radio swasta yang ada di Madina dan sekitarnya menyesuaikan waktu berbuka puasa Ramadhan dengan jadwal imsyakiyah yang dikeluarkan oleh Badan Hisab Rukyah (BHR) Kab. Mandailing Natal, dengan menyiarkan langsung pembunyian sirene menurut jadwal imsyakiyah tersebut. Demikian juga Mesjid-mesjid, sehingga tercipta berbuka puasa Ramadhan secara bersama.

12.      Bagi umat non  Muslim  kiranya  dapat  mewujudkan sikap toleransi dengan menghormati dan menghargai umat Muslim yang sedang berpuasa, misalnya tidak merokok  di dalam bis/kenderaan umum atau di tempat umum, tidak makan minum di tempat terbuka, dan sebagainya.

Demikian seruan ini disampaikan dengan harapan kiranya mendapat perhatian semua pihak.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1434 H.

 Panyabungan, 20 Sya’ban 1434 H / 29 Juni 2013 M

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kab. Mandailing Natal

Ketua Umum,                                    Sekretaris Umum

 

 Drs. H. Syamsir                                Ahmad Asrin, S.Ag, MA

 

 

Turut Menghimbau :

Wakil Bupati Madina               KAPOLRES                                 Kakan Kementerian Agama                                            Madina                                         Kab. Madina,

 

Drs. H. Dahlan Hasan Nst    Mardiaz K.D, S.iK, M.Hum     Drs. H. Muksin Batubara

                                                         AKBP NRP 71120264                  NIP. 19680102 199303 1 003

                                                                                                                                                             

LAPORAN KEGIATAN MAJELIS ULAMA INDONESIA

KAB. MANDAILING NATAL

TAHUN 2012

 

A.     PENDAHULUAN

Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah merupakan wadah musyawarah para ulama, zu’ama dan cendikiawan muslim serta sebagai wadah yang mewakili ummat Islam dalam hubungan dan konsultasi antar ummat beragama serta sebagai institusi pemberi fatwa, hukum kepada ummat Islam dan pemerintah untuk mengayomi ummat dalam mengembangkan kehidupan yang Islami guna mewujudkan masyarakat yang berkualitas (khaira ummah), negara yang aman, damai, adil dan makmur rohaniah dan jasmaniah yang diridhoi Allah Swt (Baldatun toyyibatun warabbun ghafur).

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kab. Mandailing Natal masa khidmat 2011 – 2016 terbentuk sebagai hasil dari Musyawarah Daerah (MUSDA) III yang dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2011 di Panyabungan. Pengurus DP MUI Kab. Mandailing Natal masa khidmat 2011-2016 berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Majelsi Ulama Indonesia (DP MUI) Prov. Sumatera Utara nomor : A.170/DP PII/SR/VII/2011.

Alhamdulillah dengan adanya dukungan dana APBD Kab. Mandailing Natal tahun anggaran 2012, DP MUI Kab. Mandailing Natal telah melaksanakan beberapa program kegiatan MUI dalam rangka perwujudan peran dan fungsi MUI bagi pengembangan dakwah Islam dan pembinaan ummat.

 B.   KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

    1. 1.   Bidang Manajemen Organisasi
      1. a.    Rapat Pengurus Berkala

Rapat pengurus dilaksanakan sekali sebulan bertempat d Aula Kantor Sekretariat MUI dihadiri Dewan Pimpinan MUI terdiri dari unsur ketua, unsur sekretaris, bendahara dan komisi sebanyak 25 orang.

Rapat Pengurus Berkala ini bertujuan :

a).  Menyusun program kerja dan kegiatan-kegiatan MUI

b). Saling tukar menukar informasi perihal tugas dan fungsi MUI antar sesama pengurus.

c). Memberikan sumbangan pemikiran dan solusi atas permasalahan-permasalahan keummat yang terjadi Mandailing Natal, antara lain tentang penyimpangan pengajian di Panyabungan, dll.

d). Memberikan motifasi bagi para pengurus untuk melaksanakan tugas keummatan yang berada dalam wadah MUI.

 

  1. b.   Rapat Kordinasi dengan Ketua MUI Kecamatan se Kab. Mandailing Natal pada tanggal 9 Juli 2012 bertempat di Aula MUI Kab. Mandailing Natal.

 

  1. c.    Koordinasi Eksternal

a).  Melakukan audiensi untuk berkonsultasi dengan Bupati dalam rangka memberikan sumbangan pemikiran untuk pembinaan ummat Mandailing Natal dilaksanakan antara lain : 12 Januari 2012 (di ruang kerja Bupati).

b). Koordinasi dengan MUI Provinsi dalam rangka konsultasi penangan pengajian menyimpang.

c). Koordinasi dengan Kadis Keuangan tentang pelaksanaan anggaran MUI.

d). Koordinasi dengan Kapolres Mandailing Natal yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2012 tentang Dugaan Sesat Pengajian yang diasuh H. Mahmuddin Rangkuti.

e).  Rapat Kordinasi dengan  Kajari di Kejari Panyabungan pada tanggal 4 Juli 2012 dan tanggal 9 Oktober 2012, hadir antara lain Kadis Pendidikan, Kadisporabudpar, yang Mewakili Kakan Kesbang Linmas dan Jajaran Kajari dalam rangka pembahasan pengajian menyimpang.

f).  Menerima audiensi jajaran Manajemen PT. Sorik Mas Mining sehubungan rencana pelaksanaan Seminar Sehari oleh PT. Sorik Mas Mining.

g). Menerima audiensi pengurus HMI Kab. Mandailing Natal di Kantor MUI pada tanggal 18 Oktober 2012, diterima oleh Sekretaris Umum.

h). Menghadiri undangan dinas instansi antara lain :

1). Menghadiri pelantikan BEM STAIM.

2). Menghadiri festival seni budaya daerah.

3). Menghadiri penyambutan Gubernur Sumatera Utara di Pendopo Rumah Dinas.

4). Menghadiri Sidang Paripurna DPRD Mandailing Natal tentang Perayaan HUT Madina ke-13 tanggal 9 Maret 2012.

5). Menghadiri Dzikir dan Doa di Masjid Agung Nur ‘Ala Nur dalam rangka Perayaan HUT Madina ke-13 tanggal 9 Maret 2012.

6). Memimpin doa pada pembukaan MTQ tingkat Kab. Mandailing Natal di Malintang pada tanggal 26 Maret 2012.

7). Memimpin doa pada acara pelantikan HIPMI Kab. Mandailing Natal di Malintang pada tanggal 16 April 2012.

8). Menghadiri peresmian Kantor KUA Kec. Panyabungan Timur pada tanggal 25 April 2012.

9). Menghadiri acara penamatan santri Pondok Pesantren B’tsatul Islamiyah Simpang Suga pada tanggal 10 Juni 2012.

10). Menghadiri acara penamatan santri Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru, pada tanggal 13 Juni 2012.

11). Menghadiri acara penamatan santri Pondok Pesantren Roihannul Jannah Maga pada tanggal 20 Juni 2012.

12). Menghadiri perayaan Israk Mi’raj sekaligus pemusnaah barang bukti ganja di Polres Madina pada tanggal 12 Juli 2012.

13) Memberikan bimbingan pada acara manasik haji akbar yang diselenggarakan Pemkab Madina bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kab. Mandailing Natal pada tanggal 14 Juli 2012.

14) Menghadiri Harlah NU di Gedung Serbaguna Panyabungan pada tanggal 16 Juli 2012.

15). Menghadiri peringatan Nuzulul Quran di Masjid Agung Nur ‘Ala Nur Panyabungan pada tanggal 17 Ramadhan 1433H.

16). Menghadiri undangan mendengarkan pidato kenegaraan di ruang rapat paripurna DPRD Mandailing Natal pada tanggal 17 Agustus 2012

17). Menghadiri pengajian akbar Muhammadiyah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Kab. Mandailing Natal

18). Menghadiri acara penanda tanganan Kerjasama MoU antara Ka. LAPAS Kls. II Panyabungan dengan CV. Kampoeng Kaos, dihadiri Sekretaris Umum

19). Menghadiri pengukuhan Pengurus FKUB Kab. Mandailing Natal priode 2012-2017 di Hotel Rindang Panyabungan pada tanggal 30 Oktober 2012 yang dihadiri Ketua FKUB Prov. SU Dr. H. Maratua Simanjuntak dan Bupati Madina HM. Hidayat Batubara, SE.

20). Menghadiri peringatan 100 Tahun Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru tanggal 12 Desember 2012 di Purbabaru.

21. Menghadiri sekaligus memimpin doa pada acara Pekan Olahraga Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA) Kemenag pada tanggal 14 Desember 2012 di Gedung Serbaguna Pemkab Madina Panyabungan.

                 

  1. d.    Penataan Administrasi Kesekretariatan
  • Pengecatan Kantor Sekretariat.
  • Pencetakan Kartu Identitas Pengurus MUI.
  • Pembuatan Papan Informasi, Jadwal Kegiatan MUI dan Foto Dokumentasi Kegiatan MUI.
  • Mengelola Blog MUI sebagai sarana informasi, publikasi dan dakwah.
  • Pendataan (Pembuatan Peta Dakwah).

 

  1. e.   Mengikuti Kegiatan Pelatihan dan Rapat di tingkat propinsi dan nasional, antara lain adalah :

–       Pertemuan Ijtima’ Ulama MUI se Indonesia di Situbondo Jawa Timur pada tanggal 10 Oktober 2012, dihadiri Ketua Umum MUI Madina Drs. H. Syamsir

–      Rapat Kordinasi Komisi Pemberdayaan Perempuan se Sumatera Utara di Medan pada tanggal 22 s/d 24 Mei 2012 di Medan.

–      Rapat Kordinasi Komisi Ukhuwah dan Kerukunan Ummat Beragama se Sumatera Utara di Medan pada tanggal 9 Nopember 2012 di Medan

–      Rapat Kordinasi MUI Se Sumatera Utara tanggal 18 Desember 2012

–      Menghadiri muzakarah khusus MUI Provsu di Medan.

–      Menghadiri kegiatan Penyuluhan Perwakafan Badan Wakaf Indonesia Sumatera Utara di Medan pada tanggal 20 – 21 Nopember 2012

 

 

  1. f.     Melayani Konsultasi Permasalahan Hukum Syariat Islam dan Keagamaan di Kantor Sekretariat MUI.

 

  1. 2.   Bidang Dakwah
    1. Melaksanakan Kegiatan Silaturrahim Ulama se Mandailing Natal sekaligus Seminar Sehari dengan tema : Membentengi Akidah Ummat dari Ajaran Menyimpang, dengan narasumber Prof. DR. H. Ramli Abdul Wahid, MA, Guru Besar Fakultas Ushuluddin IAIN Sumatera Utara Medan pada tanggal 26 September 2012 bertempat di Masjid Agung Nur ‘Ala Nur Panyabungan.
    2. Menerima kunjungan DP MUI Provsu di Hotel Rindang Panyabungan pada tanggal 30 Oktober 2012 dalam rangka silaturrahim sekaligus sosialisai fatwa dan hasil ijtima’ MUI. Dari MUI Provsu hadir Ketua Umum Prof. Dr. H. Abdullahsyah, MA, Sekretaris Umum Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA, Ketua Komis Pemberdayaan Ekonomi Ummat Dr. H. Maslin Batubara, Ketua Komisi Ukhuwah dan KUB Dr. H. Maratua Simanjuntak dan Sekretaris Komisi Fatwa Dr. Ardiansyah, MA. Juga turut dihadiri Bupati Madina HM. Hidayat Batubara, SE dan Sekda Madina M. Daud Batubara, S.Sos, MSi seluruh jajaran pengurus MUI dan Kemenag Kab. Mandailing Natal
    3. Melaksanakan Perayaan Hari Besar Islam dimeriahkan dengan Musabaqah Tahfizhul Quran dan Syarhil Quran di Masjid Agung Nur ‘Ala Nur Panyabungan pada tanggal 21 Nopember 2012, dihadiri Wakil Bupati Madina. Selain itu juga membuat spanduk Tahun Baru 1434 hijriah di beberapa titik strategis.
    4. Muzakarah bulanan setiap awal bulan, dengan mengundang seluruh pegawai pada semua SKPD Pemkab Mandailing Natal dan Kantor Kementerian Agama Kab. Mandailing Natal, di asuh oleh Ust. Drs. H. Syamsir dan H. Mahmuddin Pasaribu.
    5. Menerbitkan dan menyebarluaskan buletin dakwah MUI.
    6. Mengikuti kegiatan muzakarah yang diselenggarakan MUI Propinsi di Medan.
    7. Safari Dakwah pada bulan ramadhan ke beberapa kecamatan se Kab. Mandailing Natal, antara lain Panyabungan Barat, dll
    8. Kunjungan dakwah ke kecamatan untuk pembinaan MUI Kecamatan se kab. Mandailing Natal.
    9. Menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Saw di Manisak Kec. Ranto Baek sekaligus Ketua Umum MUI menjadi Narasumber.
    10. Menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Saw di Kec. Ulu Pungkut sekaligus Ketua Komisi Dakwah MUI menjadi Narasumber.
    11. Menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Saw di Sibanggor Kec. Puncak Sorik Marapi sekaligus Ketua Komisi Dakwah MUI menjadi Narasumber.
    12. Menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Saw di Panyabungan sekaligus Ketua Komisi Ukhuwah dan Kerukunan Ummat Beragama MUI menjadi Narasumber/penceramah.
    13. Menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Saw di Kecamatan Bukit Malintang sekaligus Wakil Ketua Komisi Pendidikan MUI menjadi Narasumber/penceramah, turut hadir Ketua Umum MUI.
    14. Menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Halal Bi Halal di Kecamatan Sinunukan sekaligus Anggota Komisi Dakwah MUI Khalid, S.HI menjadi Narasumber/penceramah, turut hadir Ketua Umum MUI.  
    15. Menghadiri Kegiatan Workshop Pandai Tulis Baca Alquran Metode al Hira di Hotel Rindang, tanggal 7 Maret 2012, narasumber Dr. H. M. Roihan Nasution, Lc dari IAIN SU Medan, Ketua Umum memberikan sambutan, acara ini juga dihadiri Bupati.
    16. Mendorong Pemkab Mandailing Natal untuk memberantas penyakit masyarakat misalnya menyurati Bupati Madina agar menutup Cafe di Desa Simanondong Kec. Panyabungan Utara, dll.
    17. Inspeksi Mendadak bersama Polres Madina dan Satpol PP ke beberapa tempat maksiat di Panyabungan tanggal 20 Maret 2012.
    18. Melaksanakan muzakarah khusus dan rapat-rapat pengurus dalam rangka pembahasan dugaan penyimpangan pengajian (Majelis Ta’lim Surya al Muttaqin).
    19. Mengeluarkan fatwa MUI Madina No. 1 Tahun 2012 tentang Ajaran yang Disampaikan H. Mahmuddin Rangkuti mengenai adanya nama Tuhan selain Allah, adanya keyakinan bahwa gambar seseorang dapat memberikan manfaat atau mudharat, adanya lukisan Nabi Muhammad Saw dan adanya amalan yang disebut Qulhuallah Sungsang.
    20. Melakukan Sosialiasi fatrwa No. 1 Tahun 2012 melalui KUA Kecamatan dan MUI Kecamatan se Kab. Mandailing Natal.
    21. Menjadi Narasumber pada acara pembinaan imam khatib se Kab. Mandailing Natal di Kantor MUI pada tanggal 14 Mei 2012
    22. Pembinaan bagi Amil Zakat se Kab. Mandailing Natal di Aula MUI Kab. Mandailing Natal pada tanggal 9 Juli 2012, narasumber Ketua Umum Drs. H. Syamsir.
    23. Menjadi narasumber pada acara pembinaan tentang Zakat Fitrah di Kec. Puncak Sorik Marapi pada tanggal 31 Juli 2012, yang diwakil oleh H. Maratua, Lc, MA, anggota Komisi Fatwa MUI Madina.
    24. Menjadi narasumber pada acara pembinaan Imam Khatib Kantor Kementerian Agama Kab. Mandailing Natal pada tanggal 29 Oktober 2012.
    25. Menjadi narasumber pada acara Nazir Masjid Kantor Kementerian Agama Kab. Mandailing Natal pada tanggal 30 Oktober 2012.
    26. Pembinaan Nazir Masjid di Aula Kantor Camat Panyabungan Barat, hadir camat Panyabungan Barat dan Kakan Kemenag, Sekretaris Umum MUI, narasumber H. Syariful Mahya, Lc

 

  1. 3.   Bidang Hukum

Kegiatan Bidang Hukum yang telah dilaksanakan adalah :

  1. Penyuluhan Hukum Islam, Hukum Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2012, dengan narasumber Drs. Buriantoni, SH, MH dari Pengadilan Agama Panyabungan yang juga Ketua Komisi Hukum MUI Kab. Mandailing Natal.
  2. Menghadiri kegiatan pemusnahan ganja oleh Polres Mandailing Natal pada tanggal 12 Januari 2012, diwakili oleh Drs. Mhd. Yasid, Ketua Komisi Dakwah.

 

  1. 4.   Bidang Ukhuwah,  Kerukunan dan Pembinaan Keluarga Sakinah
    1. Melaksanakan kegiatan Aksi Solidaritas untuk Muslim Palestina di Masjid Agung Nur ‘Ala Nur Panyabungan sekaligus penggalangan dana.
    2. Menerbitkan khutbah jumat tentang Solidaritas Palestina dan menghimbau agar nazir masjid se Kab. Mandailing Natal membacakan khutbah secara serentak pada tanggal 7 Desember 2012, dilanjutkan qunut nazilah dan penggalangan dana di kecamatan masing-masing. Telah terhimpun dana lebih dari Rp. 27.000.000,- untuk disalurkan kepada muslim di Palestina. Di masjid Agung Panyabungan, khutbah Palestina disampaikan khatib Ust. H. Riadi Husnan, Lc yang juga anggota DPRD Mandailing Natal.
    3. Melaksanakan Kegiatan Sosialiasi Pangan Halal, Jajanan Kosmetika Sehat, Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Sakinah di Hotel Rindang Panyabungan, narasumber Dr. H. Syafii Siregar, S.POG dan H. Mahmuddin Pasaribu

 

  1. 5.   Bidang Amaliah Sosial
    1. Mendorong pemberantasan penyakit-penyakit masyarakat seperti judi, prostitusi, dan minuman keras serta narkoba. MUI menerima setiap pengaduan-pengaduan masyarakat, baik lisan maupun tulisan, kemudian menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan menyurati pihak berwenang untuk melakukan tindakan penanganan seperti dugaan praktek pelacuran di beberapa lokasi.
    2. Membuat dan menyebarluaskan himbauan tertulis, dalam rangka menyambut Ramadhan 1434H, turut menghimbau Bupati, Kapolres dan Kakan Kemenag Mandailing Natal.

 

  1. C.   KENDALA YANG DIHADAPI
  2. Sarana transportasi (mobil dinas) kondisinya kurang layak untuk digunakan menjangkau medan dakwah Mandailing Natal, kiranya mendesak untuk diganti dengan yang lebih baik.
  3. Sebagian besar pengurus adalah para ulama yang mengajar di pondok pesantren dan madrasah, yang sehari-hari disibukkan dengan aktifitas mengajar ditambah lagi dengan kesibukan mencari nafkah sehingga sulit bagi mereka membagi waktu untuk keperluan MUI seperti rapat-rapat dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sering tidak bisa dihadiri.
  4. Sumber dana masih tergantung kepada APBD yang birokrasinya cukup pelik. Apalagi untuk pencairan awal tahun sering terlambat, diharapkan MUI memiliki sumber dana dari usaha sendiri untuk membiayai operasionalisasi organisasi kedepan.

 

 

  1. D.   PENUTUP

Demikianlah laporan ini dibuat dan disampaikan, DP MUI sangat mengharapkan masukan-masukan positif dari semua pihak untuk peningkatan peran dan fungsi organisasi MUI agar keberadaannya lebih terasa manfaatnya bagi ummat Islam Mandailing Natal di masa yang akan datang.

Panyabungan,         Januari 2013

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kab. Mandailing Natal

Ketua Umum,                            Sekretaris Umum,

 

 

 

Drs. H. Syamsir                            Ahmad Asrin, S.Ag, MA

Narasumber pada Seminar MUI Madina Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, MA

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kab. Mandailing Natal melaksanakan kegiatan silaturrahim ulama se Kab. Mandailing Natal pada hari rabu, 26 September 2012 bertempat di Masjid Agung Nur ‘Ala Nur Panyabungan. Acara tersebut dihadiri sebanyak 200 orang ulama se Mandailing Natal terdiri dari penasehat MUI kabupaten, pengurus MUI kecamatan, Ka KUA, kepala Madrasah, pimpinan ormas Islam, pimpinan pondok pesantren se Kab. Mandailing Natal.

Acara tersebut dihadiri Bupati Mandailing Natal HM. Hidayat Batubara, SE, Kapolres Mandailing Natal AKBP Achmad Fauzi Dalimunte, S.Ik, Kajari Panyabungan Satimin, SH, Kakan Kementerian Agama Drs. H. Muksin Batubara, M.Md, pimpinan SKPD, dll.

Acara silaturrahim tersebut dirangkai dengan Seminar Sehari yang bertemakan : “Dengan Pelaksanaan Silaturrahim dan seminar kita wujudkan ummat Islam Mandailing Natal yang memiliki akidah Islamiyah yang murni. Narasumber adalah Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, MA Guru Besar IAIN Sumatera Utara Medan.

Ketua Panitia Drs. Mhd. Yasid yang juga Ketua Komisi Dakwah didampingi sekretaris panitia H. Syariful Mahya, Lc dalam laporannya mengatakan bahwa Kegiatan Silaturrahim Ulama se Mandailing Natal dan Seminar sehari bertemakan pemurnian aqidah ini bertujuan untuk menjalin silaturrahim sesama ulama baik yang tergabung dalam wadah organisasi MUI maupun di luar MUI, silaturrahim ulama dengan pemerintah, dan untuk menyamakan persepsi tentang upaya mewujudkan ummat Islam Mandailing Natal yang terbebas dari segala bentuk penyimpangan akidah, karena masalah aqidah adalah hal yang paling prinsipil dalam struktur ajaran Islam. Khusus pelaksanaan seminar ini sesungguhnya dilatar belakangi adanya indikasi sebuah kelompok pengajian di Mandailing Natal yang memiliki jamaah pengajian (pengikut) yang cukup banyak, yang akhir-akhir ini terindikasi menyimpang, karena mengajarkan hal yang bertentangan dengan aqidah Islamiyah, karenanya dilakukan seminar ini untuk memberi pencerahan khususnya di kalangan para ulama dengan mengundang pakar di bidangnya.

Turut hadir Ketua Umum Drs. H. Syamsir dan Sekretaris Umum Ahmad Asrin, S.Ag, MA. Ketua Umum dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan aqidah harus menjadi consern para ulama saat ini, sebab hal itu merupakan persoalan mendasar dan mejadi pokok agama Islam. MUI dengan semua jajarannya diminta tanggap dan tegas bila menemukan indikasi penyimpangan akidah. Menanggapi salah satu pengajian yang teridikasi menyimpang Komisi Fatwa MUI Mandailing Natal telah melakukan investigasi, koordinasi dengan pihak terkait dan telah mengeluarkan fatwa MUI Mandailing Natal nomor 1 tahun 2012 tentang ajaran yang disampaikan H. Mahmudin Rangkuti (pengasuh pengajiaan Surya al Muttaqin) mengenai adanya nama Tuhan sebelum Allah, adanya keyakinan bahwa gambar seseorang dapat memberikan manfaat atau mudharat, adanya lukisan Nabi Muhammad dan adanya amalan yang disebut qulhuallah sungsang, yang oleh Komsisi Fatwa telah dinyatakan menyimpang dari akidah Islam, dan mohon agar fatwa ini disebarluaskan agar tidak semakin banyak ummat ini yang disesatkan, tegas H. Syamsir.

Bupati HM. Hidayat Batubara pada sambutannya mengharapkan MUI agar dapat mempersatukan para ulama dan tokoh masyarakat serta elemen lainnya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan keummatan dan pemerintah daerah siap mendukung segala upaya yang dilakukan MUI untuk kemaslahatan ummat di daerah ini, dan Pemkab Madina sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini apalagi dengan menghadirkan narasumber yang sudah diakui kapabilitasnya di bidangnya.

Kakan Kemenag Kab. Mandailing Natal Drs. H. Muksin Batubara, M.Pd juga menyambut gembira dan sangat mendukung pelaksanaan kegiatan silaturrahim ulama dan seminar sehari yang bertemakan permasalahan aqidah ini. MUI sebagai mitra Kementerian Agama sangat penting keberadaannya dan kontribusinya amat besar bagi upaya mewujudkan masyarakat yang memiliki pemahaman dan pengamalan yang benar. Bila ummat beragama memiliki pemahaman yang benar, maka insya Allah mereka akan memiliki pengamalan yang benar, sehingga tidak akan adalagi penyimpangan-penyimpangan, dst dan itu adalah tugas ulama untuk melakukan pencerahan. Kementerian Agama akan senantiasa siap diajak bergandengan tangan melakukan yang terbaik untuk mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis dan kondusif, papar Muksin Batubara.

Kegiatan silaturrahim ulama cukup meriah dan mudah-mudahan menjadi pemicu semangat para ulama dan tokoh masyarakat sekaligus mempererat silaturrahim sesuai dengan tema kegiatan, dalam rangka peningkatan fungsi dan peran ulama dalam pembangunan di Mandailing Natal khususnya dalam bidang pemberdayaan ummat di masa mendatang.

 

(Panyabungan, MUI Madina)

Sekretaris Umum,

Ahmad Asrin, S.Ag, MA

 

 

KEPUTUSAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA
NOMOR
:  01 TAHUN 2012


TENTANG
AJARAN YANG DISAMPAIKAN H. MAHMUDIN RANGKUTI MENGENAI

ADANYA NAMA TUHAN SEBELUM ALLAH, ADANYA KEYAKINAN

BAHWA GAMBAR SESEORANG DAPAT MEMBERIKAN

MANFAAT ATAU MUDHARAT, ADANYA

LUKISAN NABI MUHAMMAD DAN

ADANYA AMALAN YANG

DISEBUT QULHUALLAH

SUNGSANG

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kabupaten Mandailing Natal, dalam Rapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal pada  28 Rajab 1433 H/18 Juni 2012 M, setelah

 

Menimbang : a.    bahwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal telah menerima laporan dan pengaduan dari berbagai pihak tentang adanya indikasi penyimpangan ajaran terhadap aqidah dan ajaran Islam yang diajarkan H. Mahmudin Rangkuti, sebagai pengasuh pengajian Surya Al- Muttaqin.

  1. adanya indikasi penyimpangan ajaran Islam dimaksud diantaranya adalah : adanya nama Tuhan sebelum Allah, adanya keyakinan bahwa gambar seseorang dapat memberikan manfaat atau mudharat, adanya lukisan Nabi Muhammad, adanya amalan yang disebut dengan qulhuwallah sunsang.
  2. bahwa berdasarkan hasil rapat Muspida Kabupaten Mandailing Natal bersama Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal dan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal pada tanggal 25 April 2012 mengamanahkan/menugaskan kepada Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal untuk melakukan pembinaan terhadap H. Mahmudin Rangkuti.
  3. bahwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal telah melakukan pengumpulan informasi, penyelidikan dan pendalaman atas kebenaran laporan dan pengaduan tentang penyimpangan ajaran yang disampaikan H. Mahmuddin Rangkuti, antara lain dengan mendengarkan kesaksian sejumlah jamaah pengajian yang mendengarkan langsung dari H. Mahmuddin Rangkuti.
  4. bahwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal telah melakukan tiga kali pemanggilan terhadap Sdr. H. Mahmudin Rangkuti yang bertujuan untuk mengklarifikasi berbagai laporan dan pengaduan diatas dan demi kemaslahatan ummat, namun yang bersangkutan tidak hadir.
  5. bahwa indikasi penyimpangan ajaran Islam yang disampaikan H. Mahmudin Rangkuti telah menimbulkan keresahan ummat Islam Kabupaten Mandailing Natal.

g.  bahwa untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan menjaga kemurnian aqidah dan ajaran Islam, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal memandang perlu mengeluarkan fatwa tentang hal tersebut diatas.

 

Mengingat : I.    1.  Tidak ada nama tuhan sebelum Allah, sebab jika ada nama tuhan sebelum Allah maka nama tuhan berpermulaan, firman Allah Swt.

O$¨YÅ3»©9 uqèd ª!$# ’În1u‘ Iwur à8Ύõ°é& þ’În1tÎ/ #Y‰tnr& ÇÌÑÈ  

Artinya : Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku. (Q.S. Al-Kahfi : 38)

Ayat tersebut diatas dalam bentuk jumlah ismiyah yang berarti lits tsubut wa ad- dawam yang membuktikan bahwa nama tuhan tidak berpermulaan dan tidak berpenghabisan.

2.  Hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam.; a.l.:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً غَيْرَ وَاحِدٍ مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya : Dari Abu Hurairah Ra. dari Nabi Saw. ia bersabda ; Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama (seratus kurang satu), siapa yang menghafalnya ia masuk surga.(HR. Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلَّهِ تَعَالَى تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً غَيْرَ وَاحِدٍ مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ الْغَفَّارُ الْقَهَّارُ الْوَهَّابُ الرَّزَّاقُ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الْخَافِضُ الرَّافِعُ الْمُعِزُّ الْمُذِلُّ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ الْحَكَمُ الْعَدْلُ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ الْحَلِيمُ الْعَظِيمُ الْغَفُورُ الشَّكُورُ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ الْحَفِيظُ الْمُقِيتُ الْحَسِيبُ الْجَلِيلُ الْكَرِيمُ الرَّقِيبُ الْمُجِيبُ الْوَاسِعُ الْحَكِيمُ الْوَدُودُ الْمَجِيدُ الْبَاعِثُ الشَّهِيدُ الْحَقُّ الْوَكِيلُ الْقَوِيُّ الْمَتِينُ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ الْمُحْصِي الْمُبْدِئُ الْمُعِيدُ الْمُحْيِي الْمُمِيتُ الْحَيُّ الْقَيُّومُ الْوَاجِدُ الْمَاجِدُ الْوَاحِدُ الصَّمَدُ الْقَادِرُ الْمُقْتَدِرُ الْمُقَدِّمُ الْمُؤَخِّرُ الْأَوَّلُ الْآخِرُ الظَّاهِرُ الْبَاطِنُ الْوَالِيَ الْمُتَعَالِي الْبَرُّ التَّوَّابُ الْمُنْتَقِمُ الْعَفُوُّ الرَّءُوفُ مَالِكُ الْمُلْكِ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ الْمُقْسِطُ الْجَامِعُ الْغَنِيُّ الْمُغْنِي الْمَانِعُ الضَّارُّ النَّافِعُ النُّورُ الْهَادِي الْبَدِيعُ الْبَاقِي الْوَارِثُ الرَّشِيدُ الصَّبُورُ

Artinya : Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama (seratus kurang satu), siapa yang menghafalnya ia masuk surga yaitu ; ar- Rahman, ar- Rahim, al- Malik, al- Quddus, as- Salam, al- Mu’min, al- Muhaimin, al- Aziz, al- Jabbar, al- Mutakabbir, al- Khaliq, al- Bari’, al- Mushawwir, al- Ghaffar, al- Qahhar, al- Wahhab, ar- Razzaq, al- Fattah, al- Alim, al- Qhabid, al- Basith, al- Khafid, ar- Rafi’, al- Muizz, al- Mudzill, as- Sami’, al- Bashir, al- Hakam, al- Adl, al- Lathitf, al- Khabir, al- Halim, al- Adzim, al- Ghafur, asy- Syakur, al- Aly, al- Kabir, al- Hafidz, al- Muqit, al- Hasib, al- Jalil, al- Karim, al- Raqib, al- Mujib, al- Wasi’, al- Hakiim, al- Wadud, al- Majid, al- Baits, al- Syahid, al- Haqq, al- Wakil, al- Qawiy, al- Matin, al- Waly, al- Hamid, al- Muhshi, al- Mubdi, al- Mu’id, al- Muhyi, al- Mumit, al- Hayy, al- Qayyum, al- Wajid, al- Majid, al- Wahid, al- Shamad, al- Qadir, al- Muqtadir, al- Muqaddam, al- Muakhkhir, al- Awwal, al- Akhir, adz- Dzahir, al- Bathin, al- Waaly, al- Muta’aly, al- Barr, al- Tawwab, al- Muntaqim, al- Afuww, ar- Rauf, Malik, al- Mulk, Zul- Jalal wa al- Ikram, al- Muqsithu, al- Jami’, al- Ghany, al- Mani’. Ad- Dhar, an- Nafi’, an- Nur, al- Hady, al- Badi’,al- Baqi, al- Warits, ar- Rasyid, ash- Shabur (H.R. Tirmidzi)

 

 

 

 

 

3.  Firman Allah Swt. dalam surah Al- Hasyr ayat 22 – 24 :

uqèd ª!$# “Ï%©!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ( ÞOÎ=»tã É=ø‹tóø9$# Íoy‰»yg¤±9$#ur ( uqèd ß`»oH÷q§9$# ÞOŠÏm§9$# ÇËËÈ   uqèd ª!$# ”Ï%©!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd à7Î=yJø9$# â¨r‘‰à)ø9$# ãN»n=¡¡9$# ß`ÏB÷sßJø9$# ÚÆÏJø‹ygßJø9$# Ⓝ͓yèø9$# â‘$¬6yfø9$# çŽÉi9x6tGßJø9$# 4 z`»ysö6ߙ «!$# $£Jt㠚cqà2Ύô³ç„ ÇËÌÈ   uqèd ª!$# ß,Î=»y‚ø9$# ä—Í‘$t7ø9$# â‘Èhq|ÁßJø9$# ( ã&s! âä!$yJó™F{$# 4Óo_ó¡ßsø9$# 4 ßxÎm7|¡ç„ ¼çms9 $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur ( uqèdur Ⓝ͕yèø9$# ÞOŠÅ3ptø:$# ÇËÍÈ  

Artinya : Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al Hasyar : 22)

 

II.   1   Tidak ada yang memberikan manfaat dan mudharat kecuali Allah Swt.

عَنْ عُرْوَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ أَحْمَدُ الْقُرَشِيُّ قَالَ ذُكِرَتْ الطِّيَرَةُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَحْسَنُهَا الْفَأْلُ وَلَا تَرُدُّ مُسْلِمًا فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ لَا يَأْتِي بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَدْفَعُ السَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ

Artinya : Dari ‘Urwah bin Amir bahwa Ahmad Al- Qursyi berkata, disebutkan tentang tathayyur kepada Nabi Saw. maka ia bersabda ; yang terbaik adalah membuangnya dan jangan disangkutkan kepada seorang muslim, maka jika seorang kamu melihat apa yang ia benci hendaklah ia berkata ; Ya Allah tiada yang memberikan kebaikan kecuali Engkau dan tiada yang menolak keburukan kecuali Engkau dan tiada daya dan upaya kecuali dengan- Mu. (H.R. Abu Daud dan Ibnu Abi Syaibah)

 

2.  Lukisan/gambar adalah benda yang tidak memiliki daya dan jika menimbulkan perusakan aqidah atau ajaran Islam, sangat dilarang 

¨bÎ) tûïÏ%©!$# šcrèŒ÷sム©!$# ¼ã&s!qߙu‘ur ãNåks]yès9 ª!$# ’Îû $u‹÷R‘‰9$# ÍotÅzFy$#ur £‰tãr&ur öNçlm; $\/#x‹tã $YY‹Îg•B

     Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

     Ikrimah menyatakan : maksudnya orang- orang yang menyakiti dalam ayat ini adalah orang- orang yang membuat lukisan yang bernyawa.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ لَمَّا اشْتَكَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَتْ بَعْضُ نِسَائِهِ كَنِيسَةً رَأَيْنَهَا بِأَرْضِ الْحَبَشَةِ يُقَالُ لَهَا مَارِيَةُ وَكَانَتْ أُمُّ سَلَمَةَ وَأُمُّ حَبِيبَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَتَتَا أَرْضَ الْحَبَشَةِ فَذَكَرَتَا مِنْ حُسْنِهَا وَتَصَاوِيرَ فِيهَا فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ أُولَئِكِ إِذَا مَاتَ مِنْهُمْ الرَّجُلُ الصَّالِحُ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا ثُمَّ صَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّورَةَ أُولَئِكِ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ

Artinya : Dari Aisyah Ra. ia berkata ketika Rasulullah Saw. mengeluh sebagian istrinya menghiburnya dengan menceritakan gereja Mariyat yang mereka lihat di Habsyah, Ummu Salamah dan Ummu Habibah yang telah pernah melihatnya di Habsyah menceritakan keindahannya dan lukisan- lukisan didalamnya, maka Beliau mengangkat kepalanya lalu bersabda; mereka itu adalah orang- orang yang apabila mati seorang shalih dari mereka, mereka membangun diatas kuburnya masjid kemudian mereka melukis padanya lukisan- lukisan itu, merekalah seburuk- buruk makhluk disisi Allah. (H.R.Bukhari) 

وَأَخْرَجَ الشَّيْخَانِ أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إنَّ الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ.

Artinya : Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi Saw. bersabda ; sesunggunhnya yang menciptakan lukisan- lukisan ini akan diazab pada hari kiamat dan dikatakan kepadanya hidupkan kalianlah apa yang kalian lukis (ciptakan).

 

III. 1.  Larangan menggambar nabi sangat jelas ditemukan pada saat Nabi Muhammad Saw. melaknat orang- orang yang menggambar nabi Ibrahim dan Isma’il As.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا رَأَى الصُّوَرَ فِي الْبَيْتِ لَمْ يَدْخُلْ حَتَّى أَمَرَ بِهَا فَمُحِيَتْ وَرَأَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِمَا السَّلَام بِأَيْدِيهِمَا الْأَزْلَامُ فَقَالَ قَاتَلَهُمْ اللَّهُ وَاللَّهِ إِنْ اسْتَقْسَمَا بِالْأَزْلَامِ قَطُّ

Artinya : Dari Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma ia berkata:“Bahwa tatkala Nabi melihat gambar di (dinding) Ka’bah, beliau tidak masuk ke dalamnya dan beliau memerintahkan agar semua gambar itu dihapus. Beliau melihat gambar Nabi Ibrahim dan Ismail alaihimasssalam tengah memegang anak panah (untuk mengundi nasib), maka beliau bersabda, “Semoga Allah membinasakan mereka, demi Allah keduanya tidak pernah mengundi nasib dengan anak panah sekalipun. “ (H.R. Bukhari, Ahmad, Al- Baihaqy, dan Ibnu Hibban).

 

2.  Nabi mengharamkan melukis makhluk hidup yang bernyawa, maka tidak mungkin Nabi Saw. membolehkan adanya gambar beliau,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ:لا تَدْخُلُ الْمَلائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةُ تِمْثَالٍ، وَالْمُصَوِّرُونَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي النَّارِ، يَقُولُ لَهُمِ الرَّحْمَنُ: قُومُوا إِلَى مَا صَوَّرْتُمْ، فَلا يَزَالُونَ يُعَذَّبُونَ حَتَّى تَنْطِقَ الصُّورَةُ، وَلا تَنْطِقُ. عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَقَالَ إِنِّي رَجُلٌ أُصَوِّرُ هَذِهِ الصُّوَرَ فَأَفْتِنِي فِيهَا فَقَالَ لَهُ ادْنُ مِنِّي فَدَنَا مِنْهُ ثُمَّ قَالَ ادْنُ مِنِّي فَدَنَا حَتَّى وَضَعَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ قَالَ أُنَبِّئُكَ بِمَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُورَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ و قَالَ إِنْ كُنْتَ لَا بُدَّ فَاعِلًا فَاصْنَعْ الشَّجَرَ وَمَا لَا نَفْسَ لَهُ

Artinya : Dari Ibn Abbas ia berkata; saya dengar Rasulullah Saw. bersabda; malaikat tidak masuk ke rumah yang ada padanya gambar patung. Dan orang- orang yang menggambar akan diazab dineraka pada hari kiamat. Ar- Rahman (Allah) akan berfirman kepada mereka ; Berdirilah kalian kepada apa yang kalian gambar, mereka akan terus- menerus disiksa sampai mereka mampu membuat gambar itu bersuara, padahal gambar itu tidak akan bersuara. Dari  Said bin Abi al- Hasan ia berkata bahwa seorang laki- laki mendatangi Ibnu Abbas, kemudian ia berkata ; sesungguhnya saya seorang laki- laki yang menggambar gambar ini, maka berilah saya fatwa

3. Nabi Saw. mencela kelakuan orang-orang ahli kitab yang mengkultuskan orang-orang sholih mereka dengan membuat gambar-gambarnya agar dikagumi lalu dipuja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menyerupai mereka

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya : Dari Ibnu Umar ia berkata Rasulullah Saw. bersabda siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka ia adalah bahagian dari kaum itu. (H.R. Abu Daud dan Ibnu Abi Syaibah)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

Artinya : Dari Ibnu Abbas ia mendengar Umar Radhiallahu ‘anhu ia berkata dalam suatu mimbar ; saya mendengar Nabi Saw. bersabda  ; Janganlah kalian menyanjungku berlebihan sebagaimana orang-orang Nashrani menyanjung Putera Maryam, karena aku hanya hamba-Nya dan Rasul utusan-Nya. (H. R. Bukhari dan  Al- Baihaqy)

 

4.  Pelukisan/penggambaran wajah dan tubuh seorang nabi, sedikit banyak akan melahirkan kebohongan. Mengingat di kemudian hari setelah wafatnya para nabi itu, akan banyak pelukis yang berbeda dalam melukis fisiknya.

     Dan perbuatan berbohong atas apa yang apa yang dibawa oleh seorang nabi merupakan dosa yang amat serius. Ancamannya tidak tanggung-tanggung, yaitu kedudukan di dalam neraka.

عن رِبْعِيَّ بْنَ حِرَاشٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عَلِيًّا يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَكْذِبُوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَلِجْ النَّارَ

Artinya : Dari Rib’y bin Hirasy ia berkata bahwa ia mendengar dari Ali bahwa Rasulullah Saw. bersabda : janganlah kalian berbohong terhadap saya, maka sesungguhnya orang yang berbohong terhadap saya maka hendaklah ia masuk neraka

(H.R. Bukhari)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ لِلزُّبَيْرِ إِنِّي لَا أَسْمَعُكَ تُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا يُحَدِّثُ فُلَانٌ وَفُلَانٌ قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أُفَارِقْهُ وَلَكِنْ سَمِعْتُهُ يَقُولُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Artinya : Dari Abdullah bin Az- Zubeir dari Bapaknya ia berkata ; saya katakan kepada Az- Zubeir sungguh saya belum dengar darimu menyampaikan suatu hadits dari Rasulullah Saw. seperti yang disampaikan oleh beberapa orang lain. Ia berkata saya tidak pernah berpisah dari Beliau dan beliau berkata siapa yang berbohong terhadap saya, maka hendaklah ia mempersiapkan tempatnya di neraka. (H.R. Shahih Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

 

IV.  1.  Jika Qulhuwallah sunsang dimaksudkan sebagai ayat Al- Qur’an maka telah terjadi perubahan atau penambahan lafadz Al- Qur’an dengan sesuatu yang tidak ditemukan dalam qira’at al- Qur’an riwayat yang mu’tamad.

       2.  Jika yang dimaksud bukan Al- Qur’an, maka Islam tidak menghalalkan menamakan sesuatu yang bukan Al- Qur’an dengan nama Al- Qur’an.

       3.  Mengamalkan sesuatu yang tidak memiliki makna adalah haram.

 

 

Dengan bertawakal kepada Allah subhanahu wata’ala sembari memohon ridha dan taufiq-Nya.

 

M E M U T U S K A N

 

MENETAPKAN:  1.  Fatwa tentang ajaran H. Mahmudin Rangkuti yakni adanya nama Tuhan sebelum Allah, adanya keyakinan bahwa gambar seseorang dapat memberikan manfaat atau mudharat, adanya lukisan Nabi Muhammad, adanya amalan yang disebut dengan qulhuwallah sunsang adalah menyimpang dari aqidah dan syariat Islam, sesat dan menyesatkan.

 

2.  Bagi mereka yang telah meyakini dan mengamalkan ajaran yang disampaikan H. Mahmudin Rangkuti seperti disebutkan di atas supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang haq (al-ruju’ ila al-haqq), yang sejalan dengan al-Qur’an dan al- Hadis.

 

3. Merekomendasikan kepada pemerintah untuk melarang penyebaran ajaran yang menyimpang dari aqidah dan syariat Islam, sesat dan menyesatkan di Mandailing Natal.

 

Ditetapkan di Panyabungan
Pada tanggal 28 Rajab 1433 H / 18 Juni 2012 M

 

KOMISI FATWA

MAJELIS ULAMA INDONESIA

KABUPATEN MANDAILING NATAL

 

Ketua,                                                            Sekretaris,

 

 

 

 

H. Mahmudin Pasaribu                               Aman, S.Ag

 

 

DEWAN PIMPINAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA

KABUPATEN MANDAILING NATAL

 

Ketua Umum                                                 Sekretaris Umum,

 

 

 

 

Drs. H. Syamsir                                            Ahmad Asrin, S.Ag. MA

 

Semoga Anda Semua Kembali Dengan Meraih Haji Mabrur

Mengucapkan MNAL AIDIN WAL FAIZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN, Mari kita pertahan dan tingkatkan kondisi FITRI  yang telah kita raih di Ramadhan, Selamat Idul Fitri 1433H

Ketua Umum,                  Sekretaris Umum

 

Drs. H. Syamsir              Ahmad Asrin, S.Ag, MA